21 Maret 2022
Jember – Setiap budaya menyebabkan perilaku-perilaku gender yang khas. Untuk itu diperlukan metode penelitian feminis yang sesuai dengan konteks sosial budaya di mana fenomena itu ada. Sesuatu yang diindikasi sebagai hegemoni yang menindas perempuan menurut teori-teori barat belum tentu dianggap sebagai hegemoni atau penindasan bagi perempuan Indonesia. Jadi persepsi terkait relasi-relasi gender tidak selalu universal. Demikian paparan Dr. Linda Dwi Eriyanti, M.Si. sebagai pemantik diskusi Bedah Buku Perempuan Melawan Kekerasan: Kontestasi Makna, Ruang Pembebasan dan Solidaritas dalam Webinar Kajian Metodologi Feminis Seri 1 yang diadakan oleh Pusat Studi Gender Universitas Jember. (21/03/2022)
Rektor Universitas Jember Dr. Ir. Iwan Taruna, M.Eng., IPM. dalam sambutan pembukaan menyampaikan turut berbangga atas produktivitas para ilmuwan UNEJ, khususnya terkait topik-topik gender. Penanganan kekerasan seksual dan ketimpangan gender tentu tidak cukup ditangani lewat koridor hukum. Perlu kajian-kajian yang lebih detail oleh para ilmuwan agar diperoleh langkah-langkah yang tepat. Selain itu diperlukan rekomendasi-rekomendasi yang dapat meningkatkan budaya masyarakat yang resposif gender. Dalam sambutan ini Rerktor Unej juga menginformasikan bahwa Unej telah menerbitkan Peraturan Rektor No. 4 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual yang akan segera ditindaklanjuti dengan pembentukan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual Universitas Jember
Bedah buku ini menghadirkan tiga orang pengulas yaitu Dr. Yayuk Anggraini (Dosen Hubungan Internasional , Fisip Universitas Mulawarman, dan Kapuslit Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak LP2M, Universitas Mulawarman), Dr. Nurul Nurhandjati (Dosen FISIP UI), dan Dr. Nikolaus Loy (Dosen Jurusan HI, FISIP UPN “Veteran” Yogyakarta). Diskusi dipandu dengan menarik oleh L. Dyah Purwita Wardani, M.A, Dosen Fakultas Ilmu Budaya Unej. Acara ini juga melibatkan mahasiswa (Jannatin Alfifah) sebagai MC di sesi seremonial.

Dr. Yayuk Anggraini dalam ulasannya menyampaikan ia tertarik atas pengungkapan tentang perlawanan perempuan yang tidak hanya fisik dalam buku ini. Agency didefinisikan sebagai cara aktif dan kreatif bahwa manusia (perempuan) memberi makna terhadap pengalaman mereka. Setiap perempuan dibentuk oleh ideologi gender yang bersifat patriarkis. Meskipun begitu, setiap perempuan memiliki agency, yaitu daya tawar serta daya kritis.
Dr. Nikolaus Loy dalam ulasannya menggaris bawahi adanya cara melihat opresi perempuan melalui pendekatan institusional. Ada kecenderungan melihat opresi sebagai akibat dari format institusi negara maskulin. Opresi berjalan pada institusi mikro sebagai pembentukan identitas. Institutional stickness: kelekatan institusi sulit diubah sesuai logika path dependence yang menyatakan bahwa hal sekarang merupakan hasil dari jalur perkembangan ratusan tahun. Perubahan dapat mungkin terjadi melalui dua mekanisme; kejutan eksternal dan ide baru. Loy juga mengungkapkan fenomena kejutan eksternal bentuknya seperti perubahan sistem kerja perempuan dari bidang domestik ke non domestik saat ada keharusan laki-laki Amerika Serikat berperang di PD II.
Dr. Nurul Nurhandjati mengulas mulai dari look dan built quality buku. Menurutnya tampilan buku menarik, menggunakan kertas berwarna putih bukan buram sehingga menarik untuk dibaca sebagai kajian akademis. Karena buku ini diangkat dari disertasi, bahasa yang digunakan masih akademis dan ilmiah sehingga sulit dipahami oleh awam. Secara metodologi, buku ini memberikan pelajaran tentang metodologi feminis, bahwa pengetahuan sosial tidak bisa netral dan cenderung dipengaruhi orientasi moral pembuat. Kajian terhadap politik informal menjadi salah satu konsekuensi untuk mendapatkan pengalaman sehari-hari subjek penelitian.
Deditiani Tri Indriati, S.Pd., M.Sc . Koordinator Divisi Kajian Pusat Studi Gender Universitas Jember mengatakan bahwa webinar metodologi riset feminis ini akan dijadikan program berkelanjutan. Tujuannya agar penelitian-penelitian bertopik gender makin marak dan dilakukan dengan metode yang mantap. Dirinya menegaskan bahwa terkait metode-metode feminis ini PSG UNEJ tidak berkepentingan mengarahkan pada faham tertentu, melainkan hanya mendorong agar penelitian-penelitian dilakukan dengan metode yang jelas. (Divisi Publikasi PSG UNEJ)
About the author